Aku diminta untuk kumpulin revisi tanggal 9 Januari
Aku baru ujian 7 Januari pukul 14.00 - 16.00
Info paling lama ngumpul revisi tanggal 9 baru diinformasikan pada tanggal 8 Januari pukul 13.00
Jadi kurang lebih aku punya waktu 1 setemgah hari untuk merevisi semua laporanku yang sangat-sangat banyak (9 kasus, dengan perubahan format)
Mendengar itu aku shock dan takut.
Pikiran otomatisku aku gak bisa, dan aku pasti ujian ulang.
Pikiran otomatisku ini, muncul kemudian gak aku proses dengan baik. Jadi selama 2 hari aku sibuk memperbaiki laporanku dengan pikiran bahwa aku pasti ujian ulang, tapi aku berusaha untuk "menyempurnakan" hasilku.
Disini aku merasa sendiri. Ga ada 1 manusia pun yang bantu aku.
Sampai akhirnya aku ga mengumpulkan pada tanggal 9. Karena aku bersikeras kalau sepertinya dosen aku menjebak aku supaya aku ujian ulang dan semua pikiran-pikiran itu muncul.
Hingga akhirnya, di tanggal 12, dengan semua laporanku yang gak ada yang siap. Gak ada yang aku revisi dengan bermakna.
Karena walaupun aku tau standarku tinggi, tapi badanku menolak mengerjakannya. Disitu aku berserah.
Disini aku menyadari, kalau aku menyalahkan kompetensiku. Bahwa yang aku kerjakan salah semua. Bahwa laporan yang ku buat jelek. Bahwa semua yang kubuat salah dan tidak sesuai prosedur.
Sekarang saatnya aku memaafkan diriku
1. Aku memaafkan proses perkuliahanku selama ini. Maaf karena dulu Nia banyak takutnya. Jadinya Nia ambil keputusan semua dalam keadaan takut, jadi ga jernih dan ga sesuai prosedur
2. Maafkan karena Nia ga mampu mengerjakan laporan revisi sesuai dengan keinginan dosen, dengan waktu 2 hari. Maaf kan yaa... Maaf kapasitas badan dan pikiran Nia gabisa memenuhu keinginan ornag lain walaupun Nia pengen banget..
3. Maaf kan karena Nia gampang menyerah. Ga sekuat yang Nia inginkan. Bisa cepat bangkit ketika ada masalah. Maaf ya..
4. Maafin semua kesalahan yang Nia lakukan dimasa lalu. Maafkan karena Nia cuma mampu berperilaku sesuai dengan kesadaran Nia pada waktu itu.
Hal yang aku mulai terima:
1. Aku terima kalau aku Allah takdirkan untuk ujian ulang
2. Aku terima kalau nanti aku dimarahi oleh dosen eksternal & dosen pendampingku karena hasil revisiku yang tidak bagus
3. Aku terima semuanya dengan lapang dada dan welas asih terhadap diriku.
dan aku mau berterima kasih kepada Nia, karena sudah bertahan sampai disini. Karena kemarin itu berat. dan Nia hampir bunuh diri. Tapi Nia ga melakukannya.
0 komentar:
Posting Komentar